BARITO UTARA – Rencana strategis Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barito Utara untuk membangun Jembatan Lemo mendapat lampu hijau dari jajaran legislatif. Ketua DPRD Barito Utara, Hj. Mery Rukaini, menyatakan dukungan penuhnya terhadap proyek infrastruktur tersebut, seraya menegaskan komitmen lembaganya untuk mengawal perlindungan hak masyarakat yang terdampak.

 

Dukungan ini disampaikan Hj. Mery Rukaini merespons arahan Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, S.T., M.T., dalam forum sosialisasi di Ruang Rapat Setda, Jumat (23/10/2026). Dalam forum tersebut, Bupati menegaskan bahwa Jembatan Lemo merupakan kunci konektivitas yang akan memacu pertumbuhan ekonomi Desa Lemo dan Muara Teweh, serta berjanji memproses ganti rugi warga terdampak sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

 

Menanggapi hal itu, Hj. Mery Rukaini mengapresiasi langkah transparan pemerintah daerah yang melibatkan masyarakat langsung dalam forum sosialisasi. Menurutnya, pembangunan infrastruktur tidak boleh hanya berorientasi pada fisik semata, tetapi juga harus menjamin kesejahteraan sosial di sekitarnya.

 

“Kami dari jajaran DPRD sangat mendukung apa yang disampaikan Bupati. Jembatan Lemo ini memang sangat dibutuhkan untuk membuka akses dan menggerakkan roda perekonomian. Namun, kami juga sepakat dengan Bupati bahwa hak-hak warga yang terdampak harus menjadi prioritas utama,” tegas Hj. Mery Rukaini.

 

Sebagai lembaga yang memiliki fungsi pengawasan dan anggaran, DPRD Barito Utara berkomitmen penuh mengawal proses penyelesaian kompensasi atau ganti rugi bagi warga terdampak. Politisi perempuan tersebut memastikan bahwa tahapan administratif dan penganggaran yang disebutkan oleh Bupati benar-benar dialokasikan secara transparan dan tepat sasaran melalui mekanisme APBD.

 

“Bupati sudah menegaskan bahwa prosesnya akan mengikuti peraturan perundang-undangan. Tugas kami di DPRD adalah mengawal agar komitmen tersebut tidak hanya menjadi wacana. Kami akan pastikan regulasinya jelas dan anggarannya tersedia, sehingga tidak ada warga yang merasa dirugikan,” tambahnya.

 

Lebih lanjut, Hj. Mery Rukaini mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat, khususnya warga Desa Lemo, untuk menangkap baik peluang dialog yang dibuka oleh pemerintah. Menurutnya, sinergi yang harmonis antara eksekutif, legislatif, dan masyarakat adalah kunci agar pembangunan Jembatan Lemo dapat berjalan lancar tanpa meninggalkan persoalan sosial di kemudian hari.

 

“Kami mengajak warga untuk terus berkomunikasi dan bermusyawarah. Sampaikan aspirasi melalui jalur yang tepat. Mari kita sukseskan Jembatan Lemo ini bersama-sama demi kemajuan Barito Utara,” pungkas Hj. Mery Rukaini. (Adv)